PENGGUNAAN
FREON DAN DAMPAKNYA TERHADAP
PENIPISAN
LAPISAN OZON
Adi
Nugraha, Aditya Nugraha, Febi Febriansyah, Gia Moch Ramdhan
Program
Studi Teknik Elektro S1
Jurusan
Pendidikan Teknik Elektro
Fakultas
Pendidikan Teknologi dan Kejuruan
Universitas
Pendidikan Indonesia
Jl. Dr. Setiabudhi No. 229
Bandung 40154
Telp.(022) 2013161, Faks. (022) 2013651
ABSTRAK
Freon saat ini menjadi pilihan utama
bagi sebagian kalangan yang digunakan sebagai bahan pendingin dalam AC ataupun
dalam kulkas.Ada
tiga susunan utama refrigerant atau freon yang digunakan pada saat ini yaitu :
Refrigerant fluorocarbon terhidrogenasi (HFC), yang terdiri dari hidrogen,
fluorin, dan karbon. Terhidrogenasi klorofluorokarbon refrigeran (HCFC), yang
terdiri dari hidrogen, klorin, fluorin, dan karbon.Refrigerant
chlorofluorocarbon (CFC), yang mengandung klorin, fluorin dan karbon. Pada
awalnya pemilihan Freon didasarkan pada banyaknya keuntungan yang didapat
diantaranya bahan yang mudah didapat dan ramah lingkungan.Akan tetapi, seiring
berjalannya waktu penggunaan Freon mulai ditentang karena dinilai memiliki
dampak yang besar terhadap penipisan lapisan ozon.Penipisan lapisan ozon inilah
yang banyak dikhawatirkan karena dapat mengganggu bahkan merusak kesehatan
manusia. Solusi yang sekarang dilakukan adalah memakain jenis freon non sintetik,
di Indonesia sendiri terdapat MUSICOOL.
Kata
kunci : Freon, sususan utama Freon, penipisan lapisan ozon, kesehatan, Musicool.
ABSTRACT
Freon is now a top choice for some people who are used as a coolant in air conditioning or in the arrangement kulkas.Ada three main refrigerant or freon is used at present are: Refrigerant hydrogenated fluorocarbon (HFC), which consists of hydrogen, fluorine, and carbon . Refrigerant hydrogenated chlorofluorocarbons (HCFCs), which consists of hydrogen, chlorine, fluorine, and karbon.Refrigerant chlorofluorocarbon (CFC), which contain chlorine, fluorine and carbon. At first election based on the amount of Freon the benefits of which are easily obtainable materials and friendly lingkungan.Akan but, over time the use of Freon from opposition because it is considered to have a major impact on ozone layer depletion ozon.Penipisan is what many feared because it can interfere even damaging to human health. The solution is now done memakain non-synthetic refrigerant type, in Indonesia itself there Musicool.
Key words: Freon, Freon main arrangement, ozone depletion, health, Musicool.
Freon is now a top choice for some people who are used as a coolant in air conditioning or in the arrangement kulkas.Ada three main refrigerant or freon is used at present are: Refrigerant hydrogenated fluorocarbon (HFC), which consists of hydrogen, fluorine, and carbon . Refrigerant hydrogenated chlorofluorocarbons (HCFCs), which consists of hydrogen, chlorine, fluorine, and karbon.Refrigerant chlorofluorocarbon (CFC), which contain chlorine, fluorine and carbon. At first election based on the amount of Freon the benefits of which are easily obtainable materials and friendly lingkungan.Akan but, over time the use of Freon from opposition because it is considered to have a major impact on ozone layer depletion ozon.Penipisan is what many feared because it can interfere even damaging to human health. The solution is now done memakain non-synthetic refrigerant type, in Indonesia itself there Musicool.
Key words: Freon, Freon main arrangement, ozone depletion, health, Musicool.
1.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perkembangan
pengetahuan dan teknologi dalam dekade terakhir ini tidak
hanya
didominasi oleh negara industri maju namun penerapan teknologi tersebut
terutama
teknologi refrigerasi juga telah dikembangkan di beberapa negara berkembang
termasuk Indonesia. Setelah
selama setengah abad lebih Chloro Fluoro Carbon (CFC) yang lebih dikenal
dengan nama Freon merajai sistem pendingin baik dalam skala industri maupun
rumah tangga, akhirnya tiba masanya harus segera menyerahkan “tampuk
kekuasaannya” kepada bahan lain. Era keemasan freon yang dulu sempat mendapat
julukan “senyawa ajaib” akan segera berakhir.
Freon
dilnilai sebagai bahan yang memiliki manfaat banyak, tanpa efek samping yang
merugikan. Hal ini karena Freon tidak mudah terbakar atau meledak, tidak beracun,
dan stabil (tidak mudah bereaksi dengan senyawa atau unsur lain), sehingga
penggunaannya didunia industri semakin meningkat dan meluas, tidak hanya ada
industri sistem pendingin udara (AC, kulkas, dan freezer), tetapi juga
berkembang sebagai pendorong aerosol dalam industri kemasan kaleng dan cat.
Tanda-tanda
akhir kejayaan freon bermula dari ditemukannya penipisan ozon dalam atmosfer
bumi yang mulai terpantau satelit pada 1975. Semula penipisan ini hanya
bersifat temporal (musiman) belaka, tetapi ternyata kemudian proses penipisam
tersebut terus berlanjut dan semakin parah. Pada 1980 para ilmuwan lingkungan
Inggris menemukan adanya lubang ozon di Kutub Selatan.Terakhir penipisan
lapisan ozon sudah semakin nampak jelas di Kutub Utara pada 1992.
Radiasi
ultra-violet yang berlebihan dapat menyebabkan peningkatan
kemungkinan
terkena kanker kulit, katarak mata, pelemahan sistem imunisasi
seseorang,
pengurangan tingkat produktivitas panen dan kemungkinan
terhambatnya
pertumbuhan phytoplankton.
1.2.Tujuan Penelitian
Adapun
tujuan dari penelitian yang kami lakukan adalah :
1. Mengetahui
apa itu Freon
2. Mengetahui
jenis-jenis Freon
3. Mengetahui
penggunaan Freon dalam kehidupan sehari-hari
4. Mengetahui
dampak yang ditimbulkan dari penggunaan Freon
5. Mencari
solusi untuk mengatasi dampak dari penggunaan Freon
2. METODOLOGI PENELITIAN
2.1. Metodologi penelitian
Metodologi penelitian
adalah sekumpulan peraturan, kegiatan, dan prosedur yang digunakan oleh pelaku
suatu disiplin ilmu.
Metodologi juga merupakan analisis teoritis mengenai suatu cara atau
metode. Penelitian
merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah
pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk
menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban. Adapun metodologi
penelitian yang digunakan adalah :
2.2.Studi kepustakaan
Yaitu penelitian yang dilaksanakan berdasarkan data yang diperoleh dari
teori-teori yang bisa didapat dari buku-buku penunjang yang berhubungan dengan
topik yang diambil sebagai bahan pembanding atau dasar pembahasan lanjut, serta
untuk memperoleh landasan-landasan teori dari sistem yang akan dikembangkan.
2.3.Observasi
Selain
dengan metode penelitian, observasi juga menjadi pilihan untuk
menambah
data atau dokumen yang diperuntukkan untuk memperkuat argumentasi dan
presentasi.
2.4.Internet
Merupakan sumber data dan informasi yang
diperoleh dan didapat secara online yang berguna untuk menambah
referensi dan sebagai perbandingan bagi penelitian kepustakaan dan dokumentasi serta literatur untuk mendapatkan
data sekunder guna memperkuat argumentasi dan presentasi.
2.5.Analisa
Data
Data
yang diperoleh selanjutnya dianalisis untuk mengembangkan sistem yang ada
dengan tujuan memperoleh hasil yang lebih baik lagi.
3.
HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1.Pengertian freon
Freon adalah pendingin
buatan atau refriferant yang biasanya digunakan sebagai
fluida untuk menyerap beban pendingin
ruangan atau tempat yang akan dikondisikan. Freon banyak digunakan pada
peralatan AC (mesin pengkondisian udara) dan lemari pendingin/kulkas.Terdapat
banyak jenis Freon, namun yang pada umumnya digunakan adalah jenis R-12 CFC
(Chloroflurocarbon), R-22 HCFC (Hidrochlorofluorocarbo) dan R-134a HFC
(Hidrofluorocarbo).
Gambar 3.1
3.2.Jenis – jenis freon
Freon diklasifikasikan ke dalam beberapa kelas
berdasarkan jenis fluida yang
digunakan,
yaitu :
1.
CFC (
Chlorodifluorocarbon )
Yaitu senyawa yang hanya mengandung
klorin, fluor, dan karbon dan tidak mengandung hidrogen. CFC memiliki efek ODP
dan GWP yang sangat tinggi. Contoh CFC antara lain R11, R12, R13, R113, R500,
R502, dll.
2.
HCFC (
Hydrochlorofluorocarbon )
Yaitu senyawa haloalkana dimana tidak
semua hidrogen digantikan dengan klorin atau fluor. HCFC bisa digunakan sebagai
pengganti CFC karena memiliki nilai ODP yang lebih rendah. Contoh HCFC antara
lain R22, R123, R401A, R403A,R408A, dll.
3.
HFC (
Hydrofluorocarbon )
HFC tidak mengandung clorin yang
merupakan senyawa perusak. HFC hanya terdiri dari hidrogen, fluor, karbon. HFC
tidak merusak ozon dan memiliki nilai ODP dan GWP yang rendah. Contoh HFC
antara lain R134A, R404A, R407C, R507, dll.
4.
HC ( Hydrocarbon )
Hidrokarbon adalah senyawa organik yang
terdiri dari hidrogen dan karbon. HC tidak memiliki dampak buruk terhadap
lingkungan namun memiliki dampak negatif terhadap pengguna, karena umumnya
mudah terbakar. Contohnya antara lain propana, ethane, iso butana, dll.
5.
Natural
Yaitu refrigeran yang langsung
digunakan dari alam. Umumnya tidak memiliki efek samping yang berbahaya bagi
lingkungan, namun berbahaya bagi penggunanya karena memiliki kadar racun yang
tinggi. Contohnya yaitu udara, amonia, dan karbon dioksida.
3.3.Penggunaan freon
Freon sendiri banyak digunakan sebagai bahan untuk
pendingin biasanya
terdapat
pada AC, lemari es atau kulkas.
3.4.Dampak penggunaan freon
Freon berpotensi
menyebabkan terjadinya pemanasan global/global warming.
Freon yang merusak atmosfir ditengarai
mampu menimbulkan efek rumah kaca 510 kali lebih besar dibandingkan dengan
Karbon Dioksida (CO2).Kontribusi CO2 sendiri terhadap timbulnya efek rumah kaca
diperkirakan sebesar 9-26%.Sebagai fluida yang digunakan pada mesin
pengkondisian udara pada umumnya Freon boros dalam penggunaan energi listrik
karena membutuhkan kerja kompresor yang cukup besar.Konsumsi listrik peralatan
pendingin yang menggunakan Freon sebesar 25-40 % dari konsumsi pada umumnya.
Selain GWP yang lebih tinggi dari CO2, freon pun memiliki ALT ( Atmosfer Life Time ) yang sangat besar, yaitu 15. Artinya gas freon akan bertahan selama 15 tahun di atmosfer sebelum terurai. Berarti sejak pertama kali ditemukan dan dijual secara komersil pada tahun 1950, freon baru terurai 4 kali di alam ( genap tahun 2010 ).
Dan yang paling berbahaya dari penggunaan freon secara berlebihan adalah
freon dapat memicu terjadinya penipisan lapisan ozon. Penipisan lapisan ozon
inilah yang saat ini menjadi isu global dan hal yang paling ditakuti oleh
seluruh umat manusia. Penipisan lapisan ozon dapat mempermudah masuknya sinar
matahari secara langsung yang dapat menimbulkan efek negatif bagi kesehatan
manusia seperti kanker kulit, katarak mata, serta mengurangi daya tahan tubuh
terhadap penyakit. Selain itu dapat juga memicu terjadinya proses kimiawi di
atmosfer bagiam bawah yang mengakibatkan penambahan jumlah fotokimia yang
menyebabkan munculnya gas beracun, terjadinya hujan asam, serta gangguan
pernafasan.
Selain pada manusia, radiasi sinar matahari secara langsung dapat
terjadi pada tumbuhan dan berakibat menghambat pertumbuhan tanaman, bahkan bisa
menjadi kering yang mengakibatkan sering terjadinya gagal panen.
Gambar 3.4. proses penipisan
lapisan ozon
Gambar di atas adalah
reaksi kimia yg terjadi,ketika freon (CFC) terlepas ke atmosfer,,maka molekul
CFC akan terurai,atom C sendiri sangat reaktif terhadap atom O (rumus molekul ozon adl
O3),ketika atom C dari pecahan freon bertemu dengan
molekul O3,maka atom C akan menarik satu atom O dari ozon,hasilnya adalah timbulnya karbon monoksida (CO) dan
ozon menjadi oksigen biasa (O2) karena kehilangan satu atom O-nya, ditambah
lagi,ketika CO terbentuk, maka mereka akan menarik lagi satu atom O dari
ozon(O3) lain sehingga menciptakan
CO2,ozon, sebagai pelindung bumi dari ultraviolet,rusak sementara, CO2
memiliki efek rumaha kaca yg memerangkap panas di bumi alhasil bumi semakin panas
Selain penipisan lapisan ozon, freon yang terlepas ke udara dapat memicu
terjadinya efek rumah kaca sama seperi yang ditimbulkan oleh gas CO2. Dengan
meningkatnya pemakaian freon secara masal menyebabkan kenaikkan suhu secara
global dalam beberapa dekade terakhir. Pemanasan ini yang menyebabkan mencainya
lapisan es di antartika. Selain itu juga mengakibatkan perubahan kecepatan
angin yang merupakan parameter terhadap perubahan cuaca dan iklim.
Gambar 3.4.1. perubahan temperatur secara global
3.5. Solusi dari penggunaan freon yang berlebihan
Dampak radiasi ultraviolet yang berlebih bagi
kehi-dupan dimuka bumi telah banyak dipublikasikan, karena sangat berpengaruh,
seperti mengubah struktur genetika,menggangu pertumbuhan tanaman, merusak
mata (katarak), kanker kulit, menurunkan kekebalan tubuh, menggangu iklim dan
mempercepat kerusakan bahan alam maupun sintetik, mulai dari kayu, karet,
sampai sejenis plastik.
Keseriusan masyarakat internasional untuk mela-kukan
penghapusan atas bahan yang berpotensi merusak lingkjungan sperti bahan yang
tergolong CFC (Chloro Fluoro Carbon) telah dicetuskan melalui kesepakatan
internasional yang dikenal dengan Protocol Montreal (1987) dan pemerintah
Indonesia telah meratifikasikannya melalui Keppres RI No. 23 tahun 1992.
Pemerintah telah sepakat untuk paling lambat tahun 2007 secara tegas melarang
peng-gunaan dan peredaran CFC sebagai media pendingin.
Refrigeran sintetik dan hidrokarbon mengandung
unsur-unsur yang memiliki parameter index yang mempengaruhi linkungan
seperti ditunjukan pada Tabel-3.5.
|
No
|
Parameter
|
R-12
|
R-22
|
R-134
|
HC
|
|
1
|
Ozon Depletion Potential (ODP)
|
1,0
|
0,06
|
0
|
0
|
|
2
|
Global Warming Potential (GWP)
|
1500
|
510
|
420
|
3
|
|
3
|
Atsmosfer Life Time (ALT)
|
130
|
15
|
16
|
<1
|
Tabel-3.5 : Parameter Lingkungan Refrigeran
3.5.1.
Penghematan Energi
Perhatian global dewasa ini sebagai pengaruh pemakaian
refrigeran, tidak hanya masalah kerusakan ozon (ODP) dan efek pemanasan
permukaan bumi (GWP), tetapi juga mencakup pada masalah efisiensi
energi.Bersamaan dengan ODP dan GWP juga diupayakan alternatif pengganti refrigeran
halo-karbon yang dapat meningkatkan penghematan energi.
Telah diketahui bahwa pemborosan energi dengan
meningkatnya pembangunan pembangkit tenaga listrik untuk memenuhi
kebutuhan tenaga listrik,peningkatan pemakaian bahan bakar minyak, secara signifikan
memberikan kontribusi pada peningkatan pemanasan bumi melalui efek rumah kaca.
Kepedulian masayarakat internasional akan hal tersebut diatas, diwujudkan dalam
bentuk mengkampanyekan bahwa ODP, GWP dan enegy effeciency merupakan kesatuan
paket yang harus diperhatikan dalam pemilihan refrigeran pada mesin pendingin.
Kondisi tersebut diatas dapat dipenuhi oleh refrigeran yang tergolong dalam
kelompok Hidrokarbon seperti MUSICOOL.
3.5.2.
Pengganti Freon
Pilihan para
ahli pada refrigeran hidrokarbon bukanlah hal baru.Hidrokarbon sebagai
refrigeran telah dikenal sejak tahun 1920-an, bahkan ilmuwan kelas dunia Albert
Einstein (1926) menyebutkan bahwa hidrokarbon adalah rajanya refrigeran dalam
sistem refrigerasi.
Sintetis Refrigerant, seperti :
- Chloro Fluoro Carbon, dikenal dengan CFC
- Hydro Chloro Fluoro Carbon, dikenal dengan HCFC
- Hydro Fluoro Carbon, dikenal dengan HFC
yang di Indonesia lebih familiar dengan nama Freon.
Freon sudah diaplikasikan di Indonesia selama lebih dari 70 tahun. Yang
ternyata kemudian ditemukan bahwa dari ketiga jenis gas ini mempunyai
kelemahan, baik secara teknik, lingkungan dan ekonomi, dan yang paling penting
dari semua itu, refrigeran sintetic sangat membahayakan mahluk hidup baik dalam
jangka panjang maupun jangka pendek.
Pemerintah Indonesia telah melarang dan membatasi
penggunaan ketiga jenis refrigeran ini, yang, yang secara praktek dimulai dari
tahun 2007.Akibat adanya peraturan baru ini, maka harus ada alternatif
pengganti refrigeran yang ramah lingkungan, maka dibuatlah refrigeran alami
yang ramah lingkungan, yaitu Hydrocarbon Refrigerant.Hydrocarbon Refrigerant
dibuat untuk menggantikan refrigeran-refrigeran lain yang sangat merusak
lingkungan.
- HC-12 ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant CFC R-12 yang merusak lapisan ozon dan dapat mengakibatkan pemanasan global.
- HC-134a ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant HFC R-134a yang dapat mengakibatkan pemanasan global.
- HC-22 ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant HCFC R-22 yang merusak lapisan ozon.
- HC-600 ® diproduksi sebagai pengganti refrigerant CFC R-600 yang merusak lapisan ozon.
Alternatif
lain yang saat ini sedang ramai diperbincangkan adalah rencana penggunaan
MUSICOOL sebagai pengganti freon sintetis.
Apa itu MUSICOOL?
Musicool adalah produk
dalam negeri, salah satu produk Pertamina yang
dibuat di Unit Pengolahan III, Plaju, Sumsel di tepi sungai Musi.
Musicool adalah refrigerant dengan bahan dasar hydrocarbon alam dan termasuk dalam kelompok refrigerant ramah lingkungan, dirancang sebagai alternatif pengganti freon yang merupakan refrigerant sintetic kelompok halokarbon; CFC R-12, HCFC R-22 dan HFC R-134a yang masih memliki potensi merusak alam.
Musicool telah memenuhi persyaratan teknis sebagai refrigerant yaitu meliputi aspek sifat fisika dan termodinamika, diagram tekanan versus suhu serta uji kinerja pada siklus refrigerasi. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan beban pendingin yang sama, MUSICOOL memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan refrigerant sintetic. diantaranya beberapa parameter memberikan indikasi data lebih kecil, seperti kerapatan bahan (density), rasio tekanan kondensasi terhadap evaporasi dan nilai viskositasnya, sedangkan beberapa parameter lain memberikan indikasi data lebih besar, seperti efek refrigeras, COP, kalor laten dan konduktivitas bahan.
Musicool adalah refrigerant dengan bahan dasar hydrocarbon alam dan termasuk dalam kelompok refrigerant ramah lingkungan, dirancang sebagai alternatif pengganti freon yang merupakan refrigerant sintetic kelompok halokarbon; CFC R-12, HCFC R-22 dan HFC R-134a yang masih memliki potensi merusak alam.
Musicool telah memenuhi persyaratan teknis sebagai refrigerant yaitu meliputi aspek sifat fisika dan termodinamika, diagram tekanan versus suhu serta uji kinerja pada siklus refrigerasi. Hasil pengujian menunjukan bahwa dengan beban pendingin yang sama, MUSICOOL memiliki keunggulan-keunggulan dibandingkan dengan refrigerant sintetic. diantaranya beberapa parameter memberikan indikasi data lebih kecil, seperti kerapatan bahan (density), rasio tekanan kondensasi terhadap evaporasi dan nilai viskositasnya, sedangkan beberapa parameter lain memberikan indikasi data lebih besar, seperti efek refrigeras, COP, kalor laten dan konduktivitas bahan.
Keunggulan Musicool Sebagai Refrigerant
1. Ramah Lingkungan dan Nyaman, MUSICOOL tidak beracun,
tidak membentuk gum, nyaman dan pelepasannya ke alam bebas tidak akan merusak
lapisan ozon dan tidak menimbulkan efek pemanasan global.
2. Hemat Listrik / Energi, MUSICOOL mempunyai sifat
termodinamika yang lebih baik sehingga dapat menghemat pemakaian energy/listrik
hingga 30% dibanding dengan refrigerant fluorocarbon pada kapasitas mesin
pendingin yang sama.
3. Lebih Irit, MUSICOOL memiliki sifat
kerapatan yang rendah sehingga hanya memerlukan sekitar 30% dari penggunaan
refrigerany fluorocarbon pada kapasitas mesin pendingin yang sama.
4. Pengganti Untuk Semua, MUSICOOL dapat
menggantikan refrigerant yang digunakan selama ini tanpa mengubah atau
mengganti komponen maupun pelumas.
5. Memenuhi Persyaratan
International, Musicool memenuhi baku mutu internasional dalam
pemakaian maupun implikasi yang menyertainya.
Dengan
mengganti bahan pendingin mesin AC kita dengan Hydrocarbon, berarti ada beberapa
isu yang terselesaikan, yaitu: kerusakan lapisan ozon, pemanasan global dan
penghematan listrik/energy.
Musicool sebagai refrigerant alternatif
·
Memiliki Sifat Fisika dan Thermodinamika yang lebih baik
·
Sangat ramah lingkungan, tidak merusak lapisan Ozon dan tidak
menimbulkan Efek Rumah Kaca
·
Familiar dengan kehidupan manusia
·
Kompatible terhadap semua mesin pendingin yang biasa menggunakan
Refrigeran Sintetis
·
Tidak merusak komponen Mesin AC
·
Tidak perlu penggantian komponen peralatan AC
·
Produk dalam negeri (Pertamina), bahan baku banyak, Supply terjamin,
serta Backup teknis tersedia
Musicool Refrigerant Hydrocarbon juga sudah mengikuti prosedur keamanan dan keselamatan pada :
·
British Standard/BS 4434 : 1995 safety and environmental
aspect in the design, construction and installation of refrigerating system and
appliances.
·
AS/NZS-1677 : refrigeration and air Conditioning
safety for the use of all refrigerant, including hidrocarbons.
Standar Nasional Indonesia (SNI)
·
SNI 06-6500-2000 : Aturan Keamanan Penggunaan
Refrigerant pada Instalasi Tetap.
·
SNI 06-6511-2000 : Pedoman Keamanan Pengisian,
Penyimpanan dan Transportasi Refrigerant Hidrokarbon.
·
SNI 06-6512-2000 : Pedoman Praktis Pemakaian
Refrigerant Hidrokarbon Pada mesin Tata Udara Kendaraan Bermotor
4.
KESIMPULAN
1.
Freon merupakan
bahan pendingin yang banyak digunakan dalam alat-alat seperti AC dan kulkas.
2.
Jenis freon yang
saat ini banyak digunakan adalah CFC ( paling berbahaya ), HCFC, dan HFC.
3.
Freon memiliki
potensi yang sangat besar dalam merusak tau menipiskan lapisan ozon, merubah
iklim hingga pemanasan global.
4.
Penipisan lapisan
ozon bisa membahayakan kesehatan manusia karena dapat memicu terjadinya kanker
kulit, katarak mata, dan tubuh mudah terserang penyakit.
5.
Perlu adanya
kerjasama dari semua pihak untuk mengurangi penggunaan freon yang berbahaya.
6.
Harus ada
sosialisasi rutin kepada seluruh lapisan masyarakat tentang bahaya freon jika
digunakan secara berlebihan.
7.
Memakai jenis
freon non sintetik sekarang menjadi alternatif untuk mengurangi efek dari
penggunaan freon sintetik.
5.
DAFTAR PUSTAKA
Pemanasan Global .Artikel [online] (21Maret 2010). Tersedia :http: //id.wikipedia.org/wiki /Pemanasan _ global. [11 Maret
2012].
Pemanasan Global dan Perubahan
Iklim.Artikel [online] (22 Maret 2010). Tersedia:http: //www.ofm- jpic.org/globalwarming/pdf/indonesian.pdf. [11 Maret 2012].
Pemanasan Global.Artikel [online] (22Maret 2010). Tersedia :http: //geo.ugm.ac.id/archives/28Air Conditioner. [15 Maret 2012].
Stop Global Warming.Artikel [online](22Maret2010). Tersedia :http://en.wikipedia.org/wiki/Air_conditionr . [15 Maret 2012].
Stop Freon. Artikel [online] (21 Maret 2010).Tersedia: http://alwaysbeon.wordpress.com/2009/01/15/stop-global-warming-stop-freon/.
[15 Maret 2012].
Green for Blue Planet .Artikel [online] (21Maret 2010). Tersedia: http://smartlandscape.blogspot. com/2008/01 /green-for-blue-planet.html . [15 Maret 2012].
Tidak ada komentar:
Posting Komentar